Artist · profile

Imam S Arifin

Dangdut · Tegal·Active since 1985· verified·Belum diskor · data belum cukup
DengarkanSpotify
4sources
1985since

Imam S. Arifin adalah penyanyi-penulis lagu dangdut dari Indonesia. Terlahir dengan nama Imam Sunaryo Arifin mulai dikenal dengan single ciptaannya yang berjudul Menari Diatas Luka dan Jandaku telah menyukseskan namanya hingga mengantarkan dirinya hijrah ke Jakarta. Imam S. Arifin memulai karir profesionalnya sejak tahun 1986. Imam bercerai dengan istrinya dan menikah lagi untuk yang kedua kalinya dengan sesama penyanyi dangdut, yaitu Nana Mardiana, yang dikenalnya ketika melakukan show di Kota Medan pada tahun 1992. Nana Mardiana yang memiliki nama asli Mardiana Bugis, lahir di Medan pada tanggal 15 September 1971, adalah seorang Pegawai Bank dan masih duduk di bangku kuliah pada saat berkenalan dengan Imam S. Arifin. Nana Mardiana yang juga memiliki bakat menyanyi sejak masih SMP itu sudah pernah tampil menyanyi di stasiun TVRI Medan. Ketika bertemu dengan Imam S. Arifin, Nana Mardiana waktu itu adalah anggota tim kesenian dari salah satu partai dan sering tampil sebagai MC maupun menyanyi di acara kampanye partai tersebut. Ketika partai yang menaungi Nana Mardiana melakukan kampanye akbar di Kota Medan, terdapat salah satu penyanyi dangdut Ibu Kota yang menjadi artis pendukung dalam acara kampanye tersebut, dan dia adalah Imam S. Arifin. Di acara kampanye itu lah Imam S. Arifin dan Nana Mardiana berkenalan. Imam S. Arifin yang tertarik dengan penampilan Nana Mardiana sebagai MC dan juga menyumbangkan suaranya untuk menyanyi, mencoba memberikan motivasi untuk Nana Mardiana agar menjadi penyanyi dangdut profesional. Ajakan Imam S. Arifin agar Nana Mardiana untuk hijrah ke Jakarta tidak berlangsung mulus, karena Nana Mardiana menganggap karirnya sebagai pegawai Bank lebih menjamin masa depannya dibanding menjadi seorang penyanyi. Namun Imam S. Arifin yang sudah terlanjur tertarik dengan sosok Nana Mardiana tidak patah semangat untuk memberikan support kepada Nana Mardiana. Ia menciptakan sebuah lagu Ancor Pesena Telor setelah kembali ke Jakarta, dan nama Nana Mardiana diselipkannya ke dalam lirik lagu Ancor Pesena Telor tersebut. Nana Mardiana yang mengetahui ada namanya dalam lirik lagu baru yang diciptakan Imam S. Arifin, merasa tersanjung dan terharu. Ia mulai membuka hatinya pada Imam S. Arifin untuk saling mengenal. Sejak saat itu, Imam S. Arifin sering melakukan show ke Kota Medan yang tentu saja menyempatkan diri untuk bertemu dengan Nana Mardiana di Kantor Bank tempat Nana Mardiana bekerja. Kemudian setelahnya, Imam S. Arifin menciptakan lagi lagu dangdut berjudul Yang Tersayang, dimana lagu tersebut adalah lagu duet yang sengaja diciptakan Imam S. Arifin untuk bisa berduet dengan Nana Mardiana. Imam S. Arifin yang sudah memberitahu Nana Mardiana perihal lagu baru tersebut, lalu mengajak Nana Mardiana untuk rekaman di MSC Record di Jakarta. Nana menyambut baik meski harus rela izin dari Bank tempat ia bekerja. Direktur Bank pun memberi izin untuk Nana Mardiana rekaman di Jakarta, namun harus segera kembali ke Kota Medan untuk bekerja ketika rekaman usai. Sekembalinya Nana Mardiana dari Jakarta, Produser menelepon Nana Mardiana untuk pembuatan video klip lagu Yang Tersayang tersebut. Nana Mardiana pun kembali ke Jakarta untuk shooting di sebuah kawasan Ancol. Lagu Yang Tersayang akhirnya sukses di pasaran, dan itu adalah awal mula nama Nana Mardiana mulai dikenal sebagai penyanyi dangdut di bawah label MSC Record. Sejak saat itu hubungan Nana Mardiana dengan Imam S. Arifin terlihat begitu intens. Nana Mardiana kemudian memilih untuk resign dari Bank tempat ia bekerja di Kota Medan dan hijrah ke Jakarta untuk menjadi penyanyi dangdut profesional, dan tahun 1994 akhirnya Nana Mardiana dan Imam S. Arifin menikah. Namun keduanya resmi bercerai pada 27 Agustus 2007 di Pengadilan Agama Jakarta Utara. Tahun 1991 adalah tahun mulainya Imam S. Arifin berada di bawah naungan salah satu perusahaan rekaman lagu dangdut terbesar ketika itu, yaitu MSC, Imam S. Arifin banyak mengeluarkan album dengan nama album yang sama dengan judul lagu yang sangat populer, seperti Potret Kenangan, Berdayung Cinta, Dia Lelaki Aku Lelaki, Sumpah Terakhir, Ancor Pesena Telor, Mau Tak Mau, Menari Diatas Luka, Tiada Duanya, Yang Tersayang, Senandung Rembulan, Tanpa Kamu, Yang Pernah Kusayang, Jangan Tinggalkan Aku, Tiada Kata Berpisah, Do'a Suci, Jandaku, Lambaian Terakhir, dan Asmara Hitam. Tahun 1998, Imam S. Arifin berpindah ke label lainnya yang juga terkenal yaitu Blackboard, dan mengeluarkan album Ani dan Semakin Cinta. Tampaknya perusahaan rekaman lain juga tidak mau kalah ingin bekerjasama dengan Imam S. Arifin, dimana Metrotama Record juga menghasilkan album Durian Jatuh untuk Imam S. Arifin pada tahun 2000. Sayangnya lagu Durian Jatuh yang diciptakan oleh Hendro Saky tersebut yang sempat memiliki video klip yang tayang di stasiun televisi tidak lagi dapat disaksikan oleh pencinta lagu-lagu Imam S. Arifin melalui kaset VCD maupun platform youtube, entah apa sebabnya. Belakangan, lagu Durian Jatuh dirilis ulang oleh perusahaan rekaman Alunan Senada Record dan dibuatkan video klipnya. Setidaknya video klipnya yang berjarak belasan tahun dari sejak dikeluarkannya lagu Durian Jatuh dapat mengobati kerinduan para penggemar Imam S. Arifin terhadap lagu tersebut. Imam S. Arifin juga pernah tergabung dalam grup vokal Trio Sakhera, yang awal terbentuk beranggotakan Imam S. Arifin, Johny Iskandar, dan Latief Khan. Trio ini menelurkan dua album yang sama-sama sukses di pasaran, yaitu Putus Lagi (1993) dan Untung (1994). Kemudian Trio Sakhera mengalami perubahan personil, dimana Latief Khan digantikan oleh Yus Yunus dan menelurkan dua album lagi yaitu, Kasihku (1996) dan Bunga Kusam (2004). Selain itu, Imam S. Arifin juga pernah ikut dalam album keroyokan yang beranggotakan penyanyi dangdut terkenal di bawah asuhan label MSC. Album-album itu dijuluki Bintang-Bintang MSC, dan menghasilkan album Kita Semua Sama yang berisikan lagu dangdut populer di dalamnya yaitu Hujan Malam Minggu. Lalu juga ada album Joget Lagi, Dendang Rindu, dan Bintang & Rembulan. Banyak lagu-lagu dangdut hits yang terdapat dalam album Bintang-Bintang MSC karena pada masa itu MSC banyak menaungi artis dangdut ternama, sebut saja Johny Iskandar, Evie Tamala, Ona Sutra, Latief Khan, Dahlia, Yusnia, Mega Mustika, Itje Trisnawaty, Rita Sugiarto, Vetty Vera, Ikke Nurjanah, Erie Suzan, Mila Rossa, Doyok, dan lain sebagainya. Selain bernyanyi, Imam S. Arifin juga banyak menciptakan lagu dangdut yang dipopulerkan oleh rekan sesama artis, seperti lagu Air Bunga, Bekas Pacar, Semua Untukmu, dan lain sebagainya. Namun lagu dangdut ciptaannya lebih banyak dipopulerkannya sendiri maupun dengan pasangannya.

Diskografi

No releases on file for this artist. Know one that’s missing? Add it →

Key facts

Label
Musica Studios
From
Tegal
Genre
Dangdut
Active
1985–present

Cross-references

LabelMusica Studios

Sources · 4 citations

Menemukan kesalahan?

Every fact here is editable.

Kirim koreksi + sumber →

Panggung

Belum ada catatan panggung

Kami belum memegang satu pun penampilan festival atau konser untuk artis ini. Itu berarti arsip kami belum lengkap — bukan bahwa artis ini tidak pernah manggung.

Label

Riwayat label

Kami mencatat Musica Studios sebagai label saat ini, tetapi belum memegang riwayat penandatanganan bersumber.

Koneksi

Terhubung ke

Grup, personel, kolaborator terkredit, dan rekan selabel.

Personel

Rvrb belum memegang data keanggotaan grup untuk artis mana pun — kolom ini menunggu pengisian di Fase 4. Kosong di sini berarti belum kami catat, bukan bahwa Imam S Arifin tidak punya personel.

Bantu lengkapi arsip

Menemukan kesalahan?

Kirim koreksi atau tambahkan fakta beserta sumbernya.

Tambah fakta + sumber